pembuat template blogger khas indonesia, banner anti korupsi dan tutorial blogZoom by tHomBloG

Tuesday, August 09, 2011

HUT Kemerdekaan ke-66 RI di Bulan Suci Ramadan


Berbagi Informasi Kabupaten Malang

Tahun ini HUT Kemerdekaan RI yang ke- 66 tentunya akan menjadi moment yang begitu mengesankan bila kita melihat secara lebih dalam akan makna HUT RI yang bertepatan dengan hadirnya bulan suci Ramadhan bulan yang penuh berkah, hikmah dan keampunan.

Makna kemerdekaan yang dicita-citakan oleh pejuang kemerdekaan zaman dahulu adalah bangsa ini bebas menentukan nasib, bebas menentukan tujuan hidup bangsanya yang tidak dianulir oleh bagsa lain bebas menetukan arah bangsa dalam melaksanakan sesuatu yang tentunya berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan untuk mencita-citakan hal tersebut tentunya tidak semudah mebalikkan telapak tangan dan sebagaimana yang kita ketahui setelah diproklamsikannya Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 berbagai rongronggan yang datang menghapi bagsa ini, seperti masuknya Sekutu yang diboncengi oleh Belanda (NICA) ke berbagai wilayah Indonesia, dan Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949, selang empat tahun setelah proklamasi kemerdekaan RI pengakuan ini dilakukan ketika soevereiniteitsoverdracht (penyerahan kedaulatan) ditandatangani di Istana Dam, Amsterdam, Belanda .

Terdapat banyak sekali peristiwa sejarah pada masa itu, pergantian berbagai posisi kabinet, Aksi Polisionil oleh Belanda, berbagai perundingan, dan peristiwa-peristiwa sejarah lainnya, begitulah sedikit catatan sejarah bangsa ini yang menjadi catatan yang tak mungkin untuk kita lupakan.

Merdeka tidak selalu berarti bebas, hidup dan kehidupan ini mempunyai aturan dan rambu-rambu yang harus selalu kita ikuti dan kalau kita hubungkan dengan pelaksanaan ibadah puasa tentu saja mempunyai kolerasi dengan ibadah puasa yang kita jalankan saat ini. Puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa mulai terbit pajar hingga terbenamnya matahari, puasa bukan saja dapat membebaskan manusia dari belenggu hawa nafsu tetapi dapat menuntun manusia ke arah yang lebih baik dalam hidup dan kehidupan ini, memahami penderitaan orang lain, saling berbagi dengan sesama yang karna pada fitrahnya manusia adalah mahluk yang sama disisi Alla SWT.

Memerdekakan hawa nafsu di bulan ramadhan bukan berarti bebas bertindak melakukan segala sesuatu sekehendak hati semua itu ada batasnya, sama halnya dengan makna dan arti Kemerdekaan berbangsa dan bernegara ada aturan merdeka yang harus kita ikuti yang kalau dilanggar tentu saja akan menyebabkan kekacauan dalam berbangsa dan bernegara.

Kemerdekaan yang terlalu bebas tentunya akan dapat menganggu kesetabilan bangsa ini. Disini penulis coba memaparkan beberapa pengertian merdeka yang mungkin menjadi pola pikir pada masing-masing kita dan mudah-mudahan tidak ada dalam arti merdeka seperti ini:

(2) merdeka, bagi golongan yang berkuasa adalah mempertahankan kekuasaan yang mungkin dengan melakukan berbagai cara, tanpa kekuasa mungkin semuanya menjadi hampa. Pemikiran yang berkecamuk adalah bagaimana mempertahankan kekuasaan, segala usaha bagi mempertahankan kuasa adalah halal. (3) merdeka, bagi yang belum mendapatkan kekuasaan adalah berpikir bagaimana mendapatkan kekuasaan, yang salahnya adalah terkadang harus menjual prinsip, mengadaikan akhlak dan mengorbankan saudara dan teman dekat, demi mendapatkan kekuasaan tersebut.

Begitu banyak dan beragam pengertian merdeka bagi tiap individu, kerana banyak dan beragama inilah menyebabkan kita keliru dan sampai saat ini masih keliru dan tidak memahami apakah makna sebenarnya merdeka bagi Negara ini dan bagi kita semua sebagai masyarakat.

Misi kemerdekaan dan kebebasan yang diperjuangkan oleh Islam merupakan inti dari idiologi yang benar yaitu tahrirul ‘ibad min ibaadatil ibaad ilaa ibaadati rabbil ibad “, membebaskan manusia dari penghambaan, belenggu, dari ketergantungan kepada sesama manusia menuju penghambaan dan pengabdian yang totalitas kepada Tuhan sang pencipta makhluk alam ini. Saatnya kita menjadikan momentum kemerdekaan ini untuk meneladani perjuangan para pahlawan negeri ini, meneruskan perjuangan mereka dan membawa kemerdekaan ini menuju kemerdekaan yang totalitas dalam segala arti dan bentuknya.

Seandainya setiap kita bisa menagkap makna kemerdekaan yang hakiki ini tentunya tidak akan dianggap remeh oleh bangsa lain begitu juga dimata Tuhan, kemerdekaan di bulan suci ramadhan adalah kemerdekaan yang disucikan disini mengandung arti bahwa sebagai bangsa kita dimerdekakan yang seterusnya kemerdekaan ini disucikan yang dengan tujuan agar lebih terarah, bersih untuk melangkah kemasa depan yang penuh dengan harapan.

Berpuasa Ramadhan juga adalah bagian dari iman, bahkan wajib hukumnya; “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. “ Dari hadits dan ayat tersebut ada keterkaitan yang sangat erat dalam perayaan kemerdekaan di Bulan Suci Ramadhan. Kesyukuran yang tertinggi bagi kita bukan hanya bangsa ini telah meraih kemerdekaan, tetapi kesyukuran kita selaku umat

Akhir dari tulisan ini penulis mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa mohon maaf atas segala kekurangan terutama dalam tulisan ini semoga apapun yang kiranya baik bagi pemahaman kita akan menjadi perubahan dalam kehidupan ini. Merdeka…!!!




Pesan Tersirat :

Check

Anda dapat mengirimkan foto/ Artikel tentang daerah anda kirmkan melalui email ke malangkab@mail.com

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih komentar yang diberikan

Jadwal SIM Keliling di Malang

Kota Malang

Senin : Alun-alun Selasa : Universitas Widyagama Rabu : Rumah Makan Ringin Asri Kamis : Giant Sawojajar Jumat : Pos Polisi Mitra I

Pukul : mulai 08.00 – selesai

Kabupaten Malang

Senin : Terminal Bus Dampit Selasa : Stadion Talok Turen

Rabu : Dealer Honda Sekawan Motor Bululawang Kamis : Dealer Yamaha Gondanglegi Jumat : Stadion Kanjuruhan Sabtu : Stadion Kanjuruhan Minggu : Bendungan Karangkates-Lahor

Pukul : mulai 08.00 – 12.00 WIB

Kota Batu

Juni, Minggu keempat Lokasi : Lippo Plaza Batu
Pukul 16.00 – 20.00 WIB

Sumber : Harian Malang Post Catatan: Khusus melayani perpanjangan SIM A dan SIM C dengan membawa KTP asli dan SIM asli serta jika SIM habis masa berlakunya, paling lama satu tahun.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More