Keracunan MBG Subang, 39 Murid Cipunagara Alami Gejala [Pikiran Rakyat]
- Puluhan murid sekolah dasar di Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, mengalami gejala keracunan hingga harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat. Gejala tersebut diduga muncul setelah mereka mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). ”Kami menerima laporan adanya terduga keracunan makanan pada anak sekolah di wilayah Desa Sidajaya, Kecamatan Cipunagara, setelah mengonsumsi MBG. Tim kami langsung bergerak cepat ke lapangan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang Dwinan Marchiawati, Kamis 1 Oktober 2026. Dugaan keracunan MBG itu terjadi pada Rabu 30 September 2026 terhadap 39 murid SD di wilayah Kecamatan Cipunagara. Sebanyak 14 anak dilaporkan mendapat penanganan medis di puskesmas karena mengalami gejala keracunan cukup parah, sedangkan 25 anak lainnya ditangani secara mandiri di rumahnya masing-masing. Dwinan mengatakan, Tim Surveilans dan Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinkes Kabupaten Subang difokuskan untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. Tak hanya turun ke puskesmas, mereka juga mendatangi dapur MBG yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidajaya. Petugas mengambil sampel makanan dari menu MBG, yang terdiri dari nasi putih, ayam geprek, sambal tomat, timun, dan buah anggur. Namun, petugas mencurigai menu MBG yang memicu gejala keracunan kali ini adalah susu kemasan. ”Dari hasil investigasi awal, semua penderita mengalami gejala setelah mengonsumsi MBG. Temuan di lapangan menunjukkan, susu dalam kondisi menggumpal. Sampel makanan sudah kami ambil untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan penyebab pastinya,” ujar Dwinan. Dwinan menjelaskan, gejala keracunan yang dialami para korban, di antaranya sakit perut, mual, muntah, pusing, dan badan lemas. Untuk saat ini, para korban disebut sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, setelah sempat mendapat perawatan intensif di Puskesmas Cipunagara. Sementara itu, berdasarkan laporan dari pihak SPPG Sidajaya, kata dia, susu kemasan tersebut dipesan baru empat hari lalu dan tiba di dapur Selasa 29 September 2026 sore. Di kemasan susu, tertera tanggal kedaluwarsa pada 26 Mei 2027. Dari total penerima MBG sebanyak 3.223 orang, kata Dwinan, pihak SPPG memastikan belum menemukan korban lainnya. Adapun, 14 korban yang dirawat di puskesmas, terdiri dari 12 murid SDN Cimahi II dan 2 lainnya murid SDN Mulyasari. ”Pihak SDN Cimahi II diduga tidak melakukan uji organoleptik (uji rasa, bau, warna) sebelum MBG dibagikan kepada siswa. Uji coba baru dilakukan setelah kejadian ditemukan,” katanya. Di luar itu, kata dia, pihak SPPG meyakinkan seluruh prosedur penyaluran MBG sudah memenuhi ketentuan.***
>>
Klik 👇
Investasi Crypto
,
Sumber : "Keracunan MBG Subang, 39 Murid Cipunagara Alami Gejala", selengkapnya dengan link: https://koran.pikiran-rakyat.com/news/pr-30310481603/keracunan-mbg-subang-39-murid-cipunagara-alami-gejala
Investasi Crypto
,
Sumber : "Keracunan MBG Subang, 39 Murid Cipunagara Alami Gejala", selengkapnya dengan link: https://koran.pikiran-rakyat.com/news/pr-30310481603/keracunan-mbg-subang-39-murid-cipunagara-alami-gejala







