Saturday, September 14, 2019

Kristen Ortodoks Syiria


mALANg rAYa.  
Saya pernah dengar gosip bahwa sekarang ada metode Kristenisasi dengan meniru-niru agama Islam. Tapi rupanya gosip itu berasal dari orang yang ga paham sejarah agama. Yang dimaksud sebenarnya adalah aliran Kristen Ortodoks Syria / Suriah yang sudah ada sejak abad 5 Masehi, lebih tua dari agama Islam yang lahir pada abad 6 Masehi. Jadi bukan Kristen Ortodoks yang meniru Islam bahkan malah ada sebagian kalangan yang mungkin menganggap sebaliknya.



KOS (Kristen Ortodoks Syria) merupakan salah satu sekte aliran Kristen yang ajarannya begitu persis dengan Islam, mulai dari cara berpakaiannya yang memakai peci/kopiah, baju koko, sajadah dan juga jilbab—sekilas terlihat sama. Terlebih lagi dalam tata cara peribadatannya, ajaran ini juga mengenal sholat, namun dengan 7 waktu, yaitu:
1. Sa’atul awwal (shubuh),
2. Sa’atuts tsalis (dhuha),
3. Sa’atus sadis (Zhuhur),
4. Sa’atut tis’ah (ashar),
5. Sa’atul ghurub (maghrib),
6. Sa’atun naum (Isya’),
7. Sa’atul layl (tengah malam/tahajud).
Selain tentang shalat, KOS juga memiliki pokok-pokok syari’at yang mirip sekali dengan Islam, misalkan:



1. KOS berpuasa selama 40 hari yang disebut shaumil kabir yang mirip puasa ramadhan.
2. KOS memiliki puasa sunnah pada hari Rabu dan Jum’at yang mirip dengan Puasa Sunnah senin dan kamis.
3. KOS mewajibkan kepada jama’ahnya berzakat 10% dari penghasilan kotor (bruto).
4. Kalangan perempuan KOS juga diwajibkan untuk mengenakan jilbab dan jubbah yang menutup aurat hingga mata kaki.
5. Pengajian KOS juga sering menggunakan tikar/karpet (lesehan), layaknya umat Islam yang sering mengadakan pengajian dengan hal semisal.
6. Mengadakan acara Musabaqoh Tilawatil Injil dengan menggunakan Al-kitab yang berbahasa Arab.
7. Mengadakan acara rawi dan shalawatan ala KOS mirip seperti apa yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin.
8. Mengadakan acara Nasyid, bahkan sekarang sudah ada Nasyid “Amin al-barokah“ dan Qasidah Kristen (dengan lirik yang mengandung ajaran Kristen dengan bahasa Arab).
KOS tidak memakai 12 syahadat Iman Rasuli umat Kristen, tapi sebagai gantinya mereka memakai ”Qanun al-Iman al-Muqaddas”. Penggunaan istilah-istilah Islam sangat sering dijumpai, seperti ”Sayyidina Isa Al-masih” untuk penyebutan Yesus. Mereka juga memakai Injil yang berbahasa Arab (Al-Kitab Al-Muqaddas).
Shalatnya mereka ada juga ruku’ dan sujudnya. Bedanya, bila kaum Muslimin diwajibkan shalat 5 kali sehari, penganut KOS lebih banyak lagi, tujuh kali sehari setiap tiga 3 jam masing-masing dua rakaat. Mereka menyebutnya: sa’atul awwal (fajar/shubuh), sa’atuts tsalis (dhuha), sa’atus sadis (dhuhur), sa’atut tis’ah (ashar), sa’atul ghurub (maghrib), sa’atun naum (Isya’), dan sa’atul layl (tengah malam).
Hal yang sama juga pada praktik puasa. Puasa wajib bagi pemeluk Islam dilakukan selama sebulan dalam setahun, dikenal dengan shaumu ramadhan. Sedang pada KOS disebut shaumil kabir (puasa 40 hari berturut-turut) yang dilakukan sekitar bulan April. Jika dalam Islam ada puasa sunah Senin-Kamis, pada KOS dilakukan pada Rabo-Jum’at, dalam rangka mengenang kesengsaraan Kristus.
Selain shalat dan puasa, jamaah KOS juga mengenal ajaran zakat. Zakat, dalam ajaran KOS, adalah sepersepuluh dari pendapatan bruto.
Tidak sebatas itu saja. Kalangan perempuan pemeluk KOS, juga mengenakan jilbab plus pakaian panjang ke bawah hingga di bawah mata-kaki. Pemeluk KOS mempertahankan Kitab Injil berbahasa asli Arab-Ibrani: Aram, sebagai kitab sucinya. Model pengajian yang dilakukan pemeluk KOS juga tidak berbeda jauh dengan ala pesantren di Indonesia. Mereka melakukan dengan cara lesehan di atas tikar atau karpet. Ini tidak pernah didapati pada ‘pengajian’ pemeluk Kristiani di Indonesia yang lazim duduk di atas kursi atau balkon.
Di antara kedua agama (Islam dan KOS) memang mempunyai kesamaan sejarah, etnis serumpun, dan kultur (budaya). Adanya Pan-Arabisme di Timur Tengah, misalnya, ternyata bukan ansich milik kalangan Muslim. Pemeluk KOS pun, turut memiliki Pan-Arabisme itu. Salah satunya, kalangan KOS turut menyesalkan sikap Israel yang hingga sekarang ngotot menduduki jalur Ghaza milik penduduk Palestina.
Menurut Prof Dr Nurcholis Madjid, agama Nasrani itu makin klasik makin banyak kemiripannya dengan Islam. “Aliran KOS itu justru lebih murni ketimbang Kristen yang berkembang di Barat,”. Sementara Jalaluddin Rahmat, tidak merasa kaget terhadap adanya banyak kesamaan antara Islam dengan KOS. Pada zaman dulu, orang-orang Islam di Yordania, Syria, dan Lebanon hidup berdampingan dengan orang-orang Kristen, yang dikenal dengan Kristen Maronit. Mereka melakukan tatacara peribadatan hampir mirip dengan cara beribadah umat Islam.



PENTING dan PERLU (kabmalang.com)
Sumber :  http://www.suaraislam.co/mengenal-kristen-ortodoks-syiria/

Tuesday, October 16, 2018

Lindungi Hak Pilihmu


mALANg rAYa


Kartini tak dapat menyembunyikan kekagetannya saat mengetahui namanya tidak tercantum di daftar pemilih tetap Pemilu 2019.


Kartini tidak sendirian Duryat, mengalami hal serupa. Pria asal Karangduren Pakisaji tidak tercatat di DPT setelah di cek secara online dengan menggunakan nomor induk kependudukan.

#BersamawujudkanHidupSehat

Kondisi yang sana mungkin juga dialami pemilih lain. Sebab keberadaan DPT dan daftat kependudukan potensial pemilih pemilu (DP4) terdapat selisih 31 juta nama yang tidak sinkron dan menjadi problem hingga satu bulan kedepan sebagai batas penetapan

untuk itu agar masyarakat mau lebih aktif dan peduli pada hak pilihnya dapat mengecek dengan mendatangi ke kantor desa atau kelurahannya masing-mading. Jika tidak terdaftar langsung menyampaikan ke petugas pemilihan suara (PPS) dengab menunjukkan KTP dan KK

Untuk yang menggunakan sarana online dapat melihat dan mendaftar berdasar e-ktp yang dimiliki

berikut link tersebut : lindungi hak pilihmu



PENTING dan PERLU (kabmalang.com)
Sumber :

Saturday, September 22, 2018

Panti Jompo Kota Malang


mALANg rAYa

  • Pondok Lansia Al-Ishlah
    Alamat : Gg. 22A Jl. Laksda Adi Sucipto No.30, Pandanwangi, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126, Indonesia
    Telepon: (0341) 9925600
    Lihat Peta: Klik disini
    Website:
  • Panti Asuhan Bakti Luhur
    Alamat : Jl. Seruni No.8, Lowokwaru, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141, Indonesia
    Telepon: (0341) 491672
    Lihat Peta: Klik disini
    Website: www.bhaktiluhur.org
  • Bhakti Luhur
    Alamat : Jl. Dieng No.40, Pisang Candi, Sukun, Kota Malang, Jawa Timur 65146, Indonesia
    Telepon: (0341) 564921
    Lihat Peta: Klik disini
    Website: www.bhaktiluhur.org/hari-ulang-tahun-yayasan-bhakti-luhur-2013/
  • Panti Asuhan
    Alamat : Jl. J. A. Suprapto, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65112, Indonesia
    Telepon:
    Lihat Peta: Klik disini
    Website:






PENTING dan PERLU (kabmalang.com)
Sumber :

Friday, September 21, 2018

Joko Widodo Makruf Amin Nomor 1


mALANg rAYa

Jakarta - KPU melakukan pengundian nomor urut capres-cawapres peserta Pilpres 2019. Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapat nomor urut 1, sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut satu angka di belakangnya.

Pengundian dilakukan di ruang sidang utama gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Hari Jumat (21/9/2018) malam.

Sebelum pengambilan nomor urut, cawapres dari masing-masing kubu mengambil undian 'tahap pertama' untuk menentukan siapa lebih dulu untuk mengambil nomor urut capres/cawapres. Dengan aturan Cawapres yang mendapat angka terkecil akan lebih dulu mengambil undian nomor urut peserta Pilpres 2019.

Pada saat pengambilan undian Sandiaga Uno mendapat angka 1, sementara Ma'ruf Amin memperoleh angka 10. Sehingga, Prabowo dipersilakan lebih dulu mengambil nomor urut.

Saat tiba giliran Jokowi mengambil undian, Ma'ruf Amin terlebih dahulu memimpin doa. Prabowo-Sandiaga juga ikut berdoa bersama.

Pada saat nomor urut dibacakan, para pendukung lalu mengangkat atribut pasangan calon yang mereka siapkan. Sudah ada angka pada atribut tersebut.


PENTING dan PERLU (kabmalang.com)
Sumber : sumber