BREAKING NEWS
Loading...

Berita

Kabupaten

Malang Raya

Info

Nasional

Artikel

Internasional

Motivasi

Angin Kencang Rusak Dua Rumah Warga di Kabupaten Malang

KUT RUSAK: Atap rumah milik warga Sumbersuko, Kecamatan Wagir, juga rusak karena cuaca ekstrem kemarin (18/1).
mALANg rAYa

Kabupaten Malang -  Cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Malang dalam dua hari terakhir membawa dampak kerusakan pada permukiman warga. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan dua rumah warga rusak di dua kecamatan berbeda yakni Pujon dan Wagir pada Sabtu (17/1).

Peristiwa pertama terjadi di Dusun Kalangan, Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon. Sebuah rumah milik Ahmad Subhan, warga RT 5 RW 2, mengalami kerusakan cukup parah setelah diguyur hujan sejak siang hingga sore hari. Sekitar pukul 16.00, atap rumah tersebut roboh. Kemudian disusul ambruknya sebagian tembok belakang yang berada di area dapur.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, hujan lebat yang berlangsung cukup lama membuat struktur bangunan tidak mampu menahan beban air dan terpaan angin. ”Yang ambruk itu atap rumahnya, termasuk tembok belakang di dapur,” ujar Sadono kemarin (18/1) kepada Jawa Pos Radar Kanjuruhan.

Baca Juga: Desember, 22 Rumah di Kabupaten Malang Rusak akibat Angin Kencang

Meski kejadian berlangsung pada sore hari, penanganan baru dilakukan pada malam hari. Tim BPBD bersama unsur Muspika Kecamatan Pujon mendatangi lokasi sekitar pukul 20.00 untuk melakukan asesmen dan penanganan awal. Dari hasil pemeriksaan, kerusakan rumah tersebut dikategorikan sebagai rusak sedang.

Untuk mencegah kerusakan bertambah, BPBD memasang terpal di bagian atap yang roboh. Namun, kondisi rumah yang belum sepenuhnya aman membuat pemilik memilih mengungsi sementara. ”Pemilik rumah masih merasa khawatir sehingga sementara mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman,” kata Sadono.

Di tempat lain, hujan disertai angin kencang terjadi di Dusun Kenongo, RT 7 RW 2, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir. Peristiwa tersebut berlangsung antara pukul 17.45 hingga 18.50 dan menyebabkan kerusakan pada satu rumah warga.

Rumah milik Supriyanto mengalami kerusakan pada bagian atap belakang. Meski tidak separah kejadian di Pujon, kerusakan tetap mengganggu aktivitas penghuni rumah. BPBD bergerak cepat melakukan penanganan pada Minggu siang dengan memasang terpal untuk menutup bagian atap yang rusak.

Sadono menegaskan, BPBD Kabupaten Malang terus memantau perkembangan cuaca dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama warga yang tinggal di wilayah rawan angin kencang dan hujan lebat. ”Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan agar bisa segera ditangani,” pungkasnya. (biy/adn)

Editor: Aditya Novrian


PENTING dan PERLU (kabmalang.com)
>>
Klik 👇
Investasi Crypto

,
Sumber : Radar Malang
https://radarmalang.jawapos.com/kabupaten-malang/817084955/angin-kencang-rusak-dua-rumah-warga-di-kabupaten-malang

Toko Kelontong di Kota Malang Ambles



mALANg rAYa

- Kondisi toko kelontong di Jalan Sudanco Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang yang ambles ke dalam saluran air, Rabu (19/2/2025). Dalam peristiwa itu, satu orang ikut hanyut terbawa arus saluran air dan ditemukan dalam kondisi meninggal.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang telah melakukan asesmen terhadap kejadian toko kelontong ambles di Jalan Sudanco Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, atau tepatnya di sebelah ruko Mie Gacoan Sukun Malang yang terjadi pada Rabu (19/2/2025) sore.

Dari hasil asesmen itu, terungkap struktur gorong-gorong tidak kuat menahan beban toko kelontong yang berada di atasnya.

Kondisi itu semakin diperparah dengan adanya kendaraan truk yang sempat parkir dan hujan deras.



PENTING dan PERLU (kabmalang.com)
>>
Klik 👇
Investasi Crypto

,
Sumber :

Rumah Warga Bantur Ludes Dilalap Si Jago Merah




Sebuah rumah di Dusun Krajan RT 08/1 Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang rata dengan tanah akibat di lalap si jago merah. Rumah warga Bantur tersebut diketahui milik Martaki (50).
Diduga kebakaran tersebut berasal dari hubungan pendek arus listrik. Sebelum kebakaran hebat terjadi, ada kepulan asap yang keluar dari dalam rumah. Kebakaran itu diketahui terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (15/1).
“Martaki bekerja membantu kerabatnya yang sedang membangun rumah disebelahnya, dan waktu itu dia ada disamping rumahnya, tiba-tiba melihat ada kepulan asap dari dalam rumahnya. Lalu di cek ke dlam dan dilihatnya api makin membesar,” kata Kapolsek Bantur, AKP Yatmo.
Melihat api yang makin membesar, pemilik rumah dibantu warga sekitar mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, upaya tersebut sia-sia karena api dengan cepat menyambar barang-barang yang berada di dalam rumah.
“Menghanguskan seluruh isi rumah,” tambahnya.
Sementara itu, anak Martaki, Ahmad Fauzi harus menderita luka saat hendak menyelamatkan barang-barang berharga di dalam rumah. Akibat kebakaran tersebut, pemilik rumah harus kehilangan tempat tinggalnya dan mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
“Anaknya bernama Ahmad Fauzi mengalami luka bakar pada tangan kiri, sebab yang bersangkutan berupaya menyelamatkan motor tapi tidak berhasil. Kurugian ditafsir mencapai Rp 135 juta,” jelasnya.
PENTING dan PERLU (kabmalang.com)
Sumber : malang.com

Malang diguncang gempa


mALANg rAYa


Gempa dengan kekuatan 5,9 skala richter (SR) mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur. Gempa terjadi pada pukul 09.13 WIB, Selasa (8/7).

Seperti dilansir dari situs BMKG, lokasi gempa terjadi di 9.16 LS, 113.00 BT atau 112 km Tenggara Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kedalaman gempa 10 km.
Belum diketahui dampak kerusakan akibat gempa ini






PENTING dan PERLU (mestimoco.com)
Sumber :

Sumawe (Sumbermanjing Wetan) dilanda Banjir


Berbagi Informasi Kabupaten Malang


Warga Kec Sumbermanjing Wetan, Kab Malang, belum selesai dirundung ketakutan akibat dilanda gempa berkekuatan 5,9 Skala Richter (SR), pada Senin (8/7), sehingga hal itu merusakkan puluhan rumah warga setempat, hanya selang waktu sehari warga Desa Sitiarjo, kecamatan setempat kembali dilanda bencana banjir bandang. Sedangkan banjir bandang tersebut terjadi pada Selasa (9/7) petang kemarin.
Banjir bandang juga merendam ratusan rumah, serta merusakkan puluhan  rumah warga. Selain itu, sebagian warga kehilangan ternak karena ikut terseret arus air. Sebab, dalam banjir bandang tersebut ketinggian air mencapai 1-1,5 meter, serta telah membawa korban jiwa yakni Ngatminah (65) warga Desa Sitiarjo karena terseret banjir. Hal ini dikarenakan dia tidak bisa menyelamatkan diri, karena sakit dengan berbaring di tempat tidur, sehingga keluarga korban tidak sempat menyelamatkan ketika air bah itu menerjang desa.
Menurut, Kabid Tanggap Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Bagyo Setyono, Rabu (10/7), saat berada di posko bencana Desa Sitiarjo, bahwa banjir bandang yang menerjang Desa Sitiarjo ini telah menggenangi 847 rumah warga yang tersebar di lima dusun, yakni Rowotrate,  Pulung Dowo, Palung, Krajan, dan Gunung Turno. Sedangkan di Desa Sitiarjo itu terdapat 2.928 Kapala Keluarga (KK), dengan jumlah penduduk mencapai 7.716 jiwa. Dengan kejadian itu, maka sebagian warga mengungsi ditempat yang lebih aman.
''Dari hasil pendataan hingga siang ini terdapat 21 rumah warga mengalami rusak berat, 1 orang meninggal dunia, 10 ternak baik itu sapi, babi, maupun kambing. Serta merusakkan tanaman padi seluas 311 hektare, sehingga warga mengalami gagal panen,'' ungkap dia.
Bagyo menambahkan, tidak hanya menerjang Desa Sitiarjo, namun banjir juga menerjang Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, sehingga 150 warga digenangi air. Namun, di desa tersebut tidak separah di Desa Sitiarjo, karena kerusakkan rumah warga hanya ringan, dan tidak ada korban jiwa.
Dan saat ini, dia katakan, di Desa Sitiarjo kini air sudah mulai surut, sehingga warga bersama TNI/Polri melakukan kerja bakti bersama untuk membersihkan sisa-sisa sampah akibat banjir yang berada di rumah warga.
''Banjir yang menerjang Desa Sitiarjo dikarenakan air Sungai Mbambang dan Panguluran meluap, yang kemungkinan disebabkan naiknya air laut. Karena sebelum banjir di wilayah desa setempat diguyur hujan lebat, sejak Selasa (9/7) pagi hingga petang,'' terangnya.
Dijelaskan, bantuan untuk korban banjir berupa sembako sudah disalurkan BPBD, dan bahkan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Malang telah membuka dapur umum, dan dipersiapkan 1.800 nasi bungkus yang diperuntukkan pada warga yang manjadi korban banjir, dan PMI juga membawa obat-obatan serta membuka pos kesehatan dilokasi bencana

Pesan Tersirat :
Sumber : harianbhirawadotco.id
Check

Anda dapat mengirimkan foto/ Artikel tentang daerah anda kirmkan melalui email ke malangkab@mail.com

Imbas Banjir DKI di kota Malang


Berbagi Informasi Kabupaten Malang

Kedatangan rangkaian Kereta Api (KA) dari Jakarta di Stasiun Malang Kota, Jumat (18/1/2013) molor imbas banjir yang melanda DKI Jakarta

KA Gajayana pemberangkatan Stasiun Gambir yang biasanya sampaipukul 08.43 WIB terlambat 61 menit menjadi pukul 09.44 WIB. Sementara KA Malabar  dari Stasiun Pasar Senen yang seharusnya masuk pada pukul 07.04 WIB, terlambat hingga pukul 08.02 WIB.

KA Majapahit terlambat Emat Jam 39 menit, sedangkan KA Matarmaja terlambat sangat lama sebanyak 316 menit dari jadwal semula. KA Majapahit tiba pukul 12.40 WIB, dan sedangkan KA Matarmaja baru tiba pukul 12.40 WIB. Junior Supervisor Comersial KA Stasiun Malang Kota, Agus Junaidi mengatakan “KA-KA ini terlambat ini karena jadwal berangkatnya dari Jakarta juga terlambat, akibat banjir DKI Jakarta”

Sebaliknya, dua KA mengalami keterlambatan pemberangkatan dari Stasiun Malang Kota. KA Gajayana yang seharusnya sudah meninggalkan stasiun pada pukul 13.45 WIB, baru berangkat pada pukul 13.56 WIB.

Menurutnya, KA Majapahit yang pada pukul 13.25 WIB seharusnya berangkat, baru bisa berangkat sekitar pukul 14.00 WIB. sedangkan KA Malabar dan KA Matarmaja bisa berangkat tepat waktu. “butuh waktu untuk membersihkan dan mempersiapkan banyak hal sehingga KA menjadi terlambat berangkat,” terang Agus.


Pesan Tersirat :

Check

Anda dapat mengirimkan foto/ Artikel tentang daerah anda kirmkan melalui email ke malangkab@mail.com

Tanah Longsor di Tirtoyudo


Berita tanah longsor di kabupaten Malang
Berbagi Informasi Kabupaten Malang

Longsor
Kabupaten Malang - Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang sejak Selasa (8/11) mengakibatkan tanah longsor. Lima rumah milik warga di Dusun Lenggoksono, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, rusak akibat terjangan tanah longsor pada, Rabu (9/11/2011) dini hari.

Kelima rumah korban tanah longsor di RT 18/RW 05 adalah milik Kamsiono, Jamin, Yadi, Eko, dan Kasiman. "Ada lima rumah rusak tertimpa longsor, satu rusak parah, empat rusak ringan," ujar Kepala Sub Seksi Penanggulangan Bencana Kabupaten Malang Muji Utomo ditemui wartawan di Pendopo Kabupaten Malang Jalan Kyai Agus Salim, Kota Malang.

Ia mengaku, bencana tanah longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Malang sejak Selasa (8/11/2011) sore. Tebing yang longsor berada persis di belakang pemukiman warga, hingga menimpa kelima rumah warga. "Tanah di tebing curam yang menjadi pemukiman penduduk tersebut merekah, dan terjadi longsor," aku dia.

Ia menambahkan, selain tanah longsor, banjir juga menggenangi jalan desa setinggi bawah lutut orang dewasa, dan meluas pada sebagian kawasan di desa lainnya yakni Pujiharjo di kecamatan yang sama. "Juga ada banjir selutut orang dewasa," imbuh dia.

Banjir menggenangi jalan desa serta pemukiman warga itu, kata dia, akibat luapan Sungai Purwo yang melintasi Desa Purwodadi dan Pujiharjo. Setiap kali hujan deras turun sungai besar itu kerapkali meluap hingga terjadi banjir. "Banjir karena luapan Sungai Purwo," jelas dia.

Meski demikian, pihaknya belum mengetahui jelas berapa rumah yang terkena banjir. Menurutnya, banjir sendiri tidak parah karena air yang masuk ke rumah-rumah warga tidak sampai membahayakan keselamatan penghuninya

Pesan Tersirat :

Check

Anda dapat mengirimkan foto/ Artikel tentang daerah anda kirmkan melalui email ke malangkab@mail.com

Warga Kabupaten Malang DiGoyang 5 Detik



Berbagi Informasi Kabupaten Malang

MALANG mestimoco - Gempa bumi (Lindu) berkekuatan 6,8 Skala Richter yang terjadi di 143 kilometer barat daya Nusa Dua Bali, juga terasa sampai Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Anya Paramitha, salah satu warga Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, mengaku sempat merasakan goyangan gempa sekira lima detik.

“Seperti digoyang-goyang kira-kira lima detik, tapi di sini enggak apa-apa,” ungkap Anya , Kamis (13/10/2011). Dia mengaku mencoba mencari tahu dan mendapati informasi melalui mbah Yahoo bahwa gempa bertitik pusat di sekitar Nusa Dua, Bali.

Berdasarkan pantauan di beberapa titik di Kabupaten Malang, goyangan gempa tidak menimbulkan kepanikan. Warga beraktivitas seperti biasa mengingat goyangannya tidak begitu terasa keras di daerah ini.

Berdasarkan informasi dari berbagai media informasi baik web ataupun blog serta jejaring, gempa bumi juga dirasakan oleh warga di Blitar, Jember, dan Banyuwangi, Jawa Timur. (H2o)



Pesan Tersirat :

Check

Anda dapat mengirimkan foto/ Artikel tentang daerah anda kirmkan melalui email ke malangkab@mail.com
⬆
Top
Submit Express Local SEO