BREAKING NEWS
Loading...

Berita

Kabupaten

Malang Raya

Info

Nasional

Artikel

Internasional

Motivasi

PNPM-MPd KABUPATEN MALANG


Berbagi Informasi Kabupaten Malang

PNPM Mandiri Perdesaan



Program Pengembangan Kecamatan (PPK) merupakan Program Pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat lembaga lokal, dan meningkatkan kinerja pemerintah Kabupaten/ Kota. PPK dimulai sejak Indonesia mengalami krisis multidimensi dan perubahan politik pada tahun 1998. Dari beberapa program pemberdayaan PPK menunjukkan tingkat keberhasilan program ini sangat tinggi, sehingga saat ini pemerintah mengadopsi mekanisme dan skema PPK dalam pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

Fase pertama PPK (PPK I) diawali pada 1998/1999 sampai 2002, fase kedua (PPK II) dimulai pada 2003 dan berlangsung hingga 2006, hingga fase ketiga (PPK III) pada awal 2006. Melihat tingkat keberhasilan pelaksanaan program yang mengusung sistem pembangunan dari bawah  (bottom up planning) ini, Pemerintah Pusat berupaya melanjutkan percepatan penanggulangan kemiskinan dalam skala yang lebih luas,  salah satunya dengan menggunakan skema PPK. Peluncuran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), pada 1 September 2006 menjadi bentuk kegiatan dalam mencapai tujuan tersebut. Program ini kemudian dikukuhkan oleh Presiden RI sebagai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM MP) di Kota Palu, 30 April 2007.
Dari keberhasilan pelaksanaan PPK, dari PPK I hingga PPK III, yang telah berlangsung sejak 1998-2006, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melanjutkan upaya untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan pengangguran di tanah air dengan menggunakan mekanisme dan skema PPK. Agenda besar ini akan dilaksanakan dalam skala lebih besar (baik cakupan lokasi, waktu pelaksanaan maupun alokasi dananya), yang kemudian dikenal dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
PNPM pertama kali diperkenalkan Pemerintah Indonesia di Jakarta, pada 1 September 2006. Menurut Menko Kesra Aburizal Bakrie, PNPM merupakan perluasan dan penyempurnaan dari program pemberdayaan masyarakat yang telah teruji, seperti PPK. Untuk itu, pemerintah memutuskan PNPM salah satunya akan dijalankan melalui PPK (PNPM-PPK).
Seluruh kecamatan di Indonesia akan memperoleh program PNPM secara bertahap, mulai tahun 2007. Tujuan PNPM seperti tersebut di atas, akan ditempuh dengan cara:
  1. Mengembangkan kapasitas masyarakat, terutama Rumah Tangga Miskin (RTM) dengan penyediaan prasarana sarana sosial dasar & ekonomi serta lapangan kerja.
  2. Meningkatkan partisipasi masyarakat miskin dalam pengambilan keputusan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pelestarian kegiatan pembangunan.
  3. Mengembangkan kapasitas pemerintahan lokal dalam memfasilitasi penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan
Dalam pelaksanaannya, PNPM-PPK mengalokasikan BLM melalui skema pembiayaan bersama (cost sharing) antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda). Besarnya cost sharing disesuaikan dengan kapasitas fiskal masing-masing daerah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 73/PMK.02/2006 per 30 Agustus 2006. Untuk itu, dibutuhkan komitmen dan keseriusan Pemda dan aparat di daerah dalam menjalankannya.
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri Perdesaan) merupakan salah satu mekanisme program pemberdayaan masyarakat yang digunakan PNPM Mandiri dalam upaya mempercepat upaya mengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja di perdesaan.Program ini dilakukan untuk lebih mendorong upaya peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di perdesaan. PNPM Mandiri Perdesaan sendiri merupakan penyelarasan nama dari mekanisme dan prosedur Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang telah dilaksanakan sejak 1998. Program pemberdayaan masyarakat terbesar di tanah air ini memusatkan kegiatan bagi masyarakat Indonesia paling miskin di perdesaan dengan menyediakan fasilitasi pemberdayaan masyarakat/kelembagaan lokal, pendampingan, pelatihan, serta dana Bantuan Langsung untuk Masyarakat (BLM) kepada masyarakat, sebesar Rp 1 milyar sampai Rp 3 milyar per kecamatan. Sama dengan PPK atau PNPM-PPK, dalam PNPM Mandiri Perdesaan pun, seluruh anggota masyarakat diajak terlibat dalam setiap tahapan kegiatan secara partisipatif, mulai dari proses perencanaan, pengambilan keputusan dalam penggunaan dan pengelolaan dana sesuai kebutuhan paling prioritas di desanya, sampai pada pelaksanaan kegiatan dan pelestariannya.
Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan berada di bawah binaan Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Departemen Dalam Negeri, dengan pembiayaan yang berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dana hibah dari sejumlah lembaga pemberi bantuan, dan pinjaman dari Bank Dunia
Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) di Kabupaten Malang dimulai sejak tahun 1998, pada tahun itu dinamakan Program Pengembangan Kecamatan (PPK)  Fase I dimana pembiayaan program seluruhnya dibiayai APBN. Memasuki PPK Fase II tahun 2003 s/d 2005 di beberapa kecamatan pembiayaan menggunakan Pola Matching Grant, yakni Pemerintah Daerah (Kabupaten) menganggarkan Bantuan Langsung Masyarakat melalui APBD, sementara Pemerintah Pusat membiayai Technical Assistance-nya. Sejak memasuki tahun 2006, melalui PPK Fase III, pembiayaan program memakai pola Cost Sharing, di mana Pemerintah Daerah menganggarkan sebagian dana BLM berdasarkan kapasitas fiskal daerahnya.
PNPM Mandiri Perdesaan TA. 2011 mencakup 26 kecamatan yaitu 12 kecamatan PNPM MPd saja dan 14 kecamatan dengan dua (2) program yaitu PNPM Generasi Sehat Cerdas dan PNPM Mandiri Perdesaan, dengan total alokasi Rp. 37.875.000.000,-.
Melalui PNPM-Mandiri Perdesaan masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap kegiatan pembangunan di desanya. Mulai dari tahap perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan sampai pada upaya pemeliharaannya. Jenis-jenis  kegiatan yang dibiayai melalui Bantuan Langsung Masyarakat (BLM)PNPM-Mandiri Perdesaan berupa: kegiatan pembangunan atau perbaikan prasarana sarana dasar yang dapat memberikan manfaat jangka pendek maupun jangka panjang secara ekonomi bagi masyarakat miskin atau rumah tangga miskin, kegiatan peningkatan bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan, termasuk kegiatan pelatihan pengembangan ketrampilan masyarakat (pendidikan nonformal), kegiatan peningkatan kapasitas/ ketrampilan kelompok usaha ekonomi terutama bagi kelompok usaha yang berkaitan dengan produksi berbasis sumber daya lokal (tidak termasuk penambahan modal) dan penambahan permodalan simpan pinjam untuk Kelompok Perempuan (SPP). 


Pesan Tersirat :

Check

Anda dapat mengirimkan foto/ Artikel tentang daerah anda kirmkan melalui email ke malangkab@mail.com

DANA SOSIAL PNPM MPd DI KECAMATAN DONOMULYO


Berbagi Informasi Kabupaten Malang

 Kecamatan donomulyo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Malang yang terletak di sebelah selatan Kota Malang  ± 48 Km dari kota malang. Kecamatan donomulyo dengan daerah geografis pegunungan, lembah dan perbukitan dan diakhiri oleh pantai laut Selatan (di sebelah selatan).  Sebagian besar penduduknya adalah petani musiman (petani padi, tebu, jagung, kelapa, ketela pohon, kedelai), sebagian diataranya menjadi pegawai Negeri, pedagang dan nelayan.
Di kecamatan Donomulyo terdiri dari 10 desa yaitu ; Desa Tulungrejo, Banjarejo, Kedungsalam, Tlogosari, Tempursari, Mentaraman, Donomulyo, Purworejo, Sumberoto, dan Purwodadi. 
Penduduk di Kecamatan Donomulyo sejumlah 75.588 jiwa atau 18.992 (KK), dan sebesar 7.414 atau 39% (KK) merupakan keluarga miskin.

 Situasi Kemiskinan

Situasi dan kondisi kemiskinan masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Donomulyo seperti diillustrasikan seperti gambar tersebut di atas. Kondisi kemiskinan yang terjadi dapat ditunjukkan dengan beberapa indikator yang telah ditetapkan oleh BPS yaitu ; lantai rumah terbuat dari tanah, jenis dinding terbuat dari bambu, tidak memiliki MCK, penerangan tidak menggunakan listrik, bahan bakar memasak dari kayu bakar, tidak sanggup membayar biaya pengobatan di Puskesmas, penghasil kepala rumah tangga dengan pendapatan di bawah 600.000 per-bulan, dan pendidikan tertinggi sekolah dasar (SD). 


Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) – Mandiri Perdesaan

Pengelolaan Dana Bergulir

Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di Kecamatan Donomulyo telah berlangsung sejak PPK phase II tahun 2003. Salah satu kegiatan yang utama dalam PNPM – Mandiri perdesaan adalah Simpan pinjam untuk kelompok perempuan (SPP). Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan dan memperkuat ekonomi rumah tangga miskin (RTM) dengan memperluas dan mempermudah bagi rumah tangga miskin dalam mengakses dana simpan pinjam bagi perempuan.
Pengelolaan dana bergulir di Kecamatan Donomulyo yang digulirkan melalui kelompok-kelompok simpan pinjam khusus perempuan (SPP) dan usaha ekonomi produktif dan dikelola oleh unit pengelola kegiatan (UPK) sejak tahun 2003-2008 telah menghasilkan surplus. Dan untuk alokasi dana sosial nilai surplus yang terakumulasi sebesar Rp. 57.305.000. Dari surplus dalam pengelolaan dana bergulir untuk alokasi dana sosial tersebut tersebut sebagian besar dananya sebesar Rp. 48.005.000 telah disalurkan sebagai bantuan untuk rumah tangga miskin.

Dana Sosial bagi Rumah Tangga Miskin (RTM)

Pemberian bantuan bagi rumah tangga miskin (dana sosial) diwujudkan dalam bentuk ; (1) bantuan ternak kambing bergulir, dan (2) bantuan sembako.

Penerima manfaat bantuan ternak kambing bergulir dari rumah tangga miskin sebanyak 10 Desa yang terdiri atas 7 warga Desa Sumberoto, 10 orang warga Tlogosari, 11 orang penduduk Desa Donomulyo, masing masing 4 orang dari Desa Mentaraman, Purwodadi, Kedungsalam, serta 5 orang warga dari Desa Purworejo, Tempursari, Tulungrejo dan Banjarejo sehingga total penerima 60 orang

Selanjutnya, untuk bantuan sembako berupa beras, minyak dan mie instant dialokasikan sebesar Rp. 5.752.500 dan telah disalurkan 60 pemanfaat dari rumah tangga sangat miskin.

Pesan Tersirat :

Check

Anda dapat mengirimkan foto/ Artikel tentang daerah anda kirmkan melalui email ke malangkab@mail.com

REFLEKSI HASIL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN


Berbagi Informasi Kabupaten Malang

Oleh konsultanPNPM Kab. Malng (Suparman)
Dalam rangka pengendalian program PNPM Mandiri Perdesaan di Kab. Malang mulai tanggal 16 April 2012 sampai dengan 14 Mei 2012 yang lalu telah dilakukan Audit Independen atas laporan keuangan PNPM Mandiri Perdesaan oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur. Kegiatan Audit ini dilakukan sampling di 5 Lokasi Kecamatan yaitu Kec. Pagak, Kec. Tirtoyudo, Kec. Gondanglegi, Kec. Tajinan dan Kec. Donumulyo.
Sedangkan yang menjadi sasaran sampling di desa yaitu ; Kec. Pagak (Ds. Pagak, Ds. Sumbermanjing, Ds. Sempol); Kec. Gondanglegi (Ds. Sukorejo, Ds. Panggungrejo, Ds Sepanjang) ; Kec. Tirtoyudo (Ds. Tlogosari, Ds. Taman Kuncaran, Ds. Taman Satriyan) ; Kec. Tajinan (Ds. Gunungsari, Ds. Purwosekar, Ds. Tambakasri) dan Kec. Donumulyo (Ds. Donumulyo, Ds. Tlogosari, Ds. Tempursari).
Adapun kesimpulan temuan audit antara lain :
  1. Terdapat Penyalahgunaan Dana Simpan Pinjam Perempuan/UEP oleh Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dan Sekretaris Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Donomulyo Kepengurusan Tahun 2011 Sebesar Rp 327.174.466,00
  2. Terdapat Angsuran Dana SPP di Kelompok Ken Dedes Desa Panggungrejo Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang yang belum disetor ke rekening UPK sebesar  Rp 2.000.000,00
  3. Berdasarkan hasil audit terhadap administrasi dana kegiatan fisik PNPM Mandiri Perdesaan terdapat pembayaran kepada pihak ketiga yang tidak didukung dengan bukti pengeluaran yang cukup/kompeten sehingga tidak dapat diyakini kewajarannya
  4. Terdapat Kekurangan Volume Pekerjaan Plesteran Tebing Penahan Tanah di Desa Taman Satriyan Kecamatan Tirtoyudo
  5. Terdapat Perubahan Pekerjaan Pembuatan Tebing Penahan Tanah di Desa Tlogosari Kecamatan Donomulyo yang Tidak Diikuti dengan Perubahan Gambar Purna Laksananya
  6. Terdapat Kerusakan Bak Kamar Mandi, Peralatan Listrik Belum Dipasang dan Grendel/Engsel Jendela Belum Dipasang atas Pembangunan Gedung TK di Desa Tlogosari Kecamatan Tirtoyudo
  7. Terdapat Penyerahan Peralatan Posyandu ke Panti Asuhan/Madrasah Tanpa Berita Acara Serah Terima dan Pemasangan Prasasti PNPM Mandiri Perdesaan di Desa Panggungrejo Kecamatan Gondanglegi
  8. Terdapat Pembelian Mesin Molen yang Belum Diserahterimakan ke Desa dan Prasasti yang Belum Dipasang di Desa Gunungsari Kecamatan Tajinan
Dari hasil temuan audit BPKP tersebut kita jadikan evaluasi dan intropeksi terhadap pendampingan kita bersama sehingga di tahun yang akan datang temuan temuan tersebut tidak terulang kembali.
Sukses. PNPM MPd.....

Pesan Tersirat :

Check

Anda dapat mengirimkan foto/ Artikel tentang daerah anda kirmkan melalui email ke malangkab@mail.com

Top
Submit Express Local SEO