BREAKING NEWS
Loading...

Berita

Kabupaten

Malang Raya

Info

Nasional

Artikel

Internasional

Motivasi

Vaksin dan tracing Posko Gotong Royong Pagak




mALANg rAYa

Dalam mengisi kegiatan mengurangi penyebaran Covid-19 pada tanggal 18 Agustus 2021 di desa Sumbermanjing Kulon , Posko Gotong Royong kecamatan Pagak membantu pemerintahan desa serta kecamatan dalam acara vaksinasi dan tracing pada warga.

Ketua posko gotong royong Amin Sugianto yang juga ketua PAC PDI Perjuangan kecamatan Pagak ini menyampaikan kegiatan ini dimulai 07.30 hingga 12.30, dalam kegiatan yang diikuti oleh Komandan Koramil, kepolisian bidan desa, perangkat serta beberapa staf kecamatan dan satgas covid-19 desa Sumbermanjing kulon.

Antusias masyarakat untuk dapat memperoleh vaksin sangatlah mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di desa ini.

Ketua posko gotong royong kecamatan Pagak juga menyampaikan Posko Gotong Royong juga melakukan kegiatan sosialisasi 5M kepada warga dan juga membagikan masker serta vitamin, ke depan juga akan melakukan penyemprotan diinfektan ke lingkungan warga

Kecamatan PAGAK


mALANg rAYa
Profil Kecamatan Pagak Kabupaten Malang
Ibukota Pagak
Alamat Kantor Jl. Abdul Rajak 1 Pagak Telp. 0341-311123
Camat Sugeng Prayitno, S.Sos
Letak 112°29’66″ – 112°33’12″ BT dan 8°11’46″ – 8°18’27″ LS
Batas Wilayah Utara: Kecamatan Gondanglegi & Kromengan
Timur: Kecamatan Bantur
Selatan: Kecamatan Bantur
Barat: Kecamatan Kalipare & Donomulyo
Luas Wilayah 90,08 km² (3,03% luas Kabupaten Malang)
Topografi Dataran rendah
Pemerintahan 8 desa, 21 dusun, 77 RW dan 330 RT
Penduduk 50.984 jiwa
Komposisi penduduk 25.252 (49,53%) laki-laki dan 25. 732 (50,47%) perempuan
Kepadatan 565 jiwa/km²
Agama Islam: 50.349, Hindu: 292, Kristen: 214, Katolik: 106, Budha: 5
Tempat Ibadah 70 masjid, 360 langgar, 3 gereja Kristen, 2 gereja Katolik, 1 pura
Bidang usaha per Rumah tangga
Pertanian: 19.845, perdagangan: 2.887, konstruksi: 960, industri pengolahan: 470, karyawan: 218, jasa-jasa: 320, penggalian: 152
Sarana Kesehatan 5 puskesmas/pustu, 5 polindes, 66 posyandu, 2 praktek dokter, 13 praktek bidan, 7 toko obat
Sarana Pendidikan 20 TK, 35 SD, 7 SMP, 1 SMA, 2 SMK
Wisata
Lembah Kera, Telaga Dempok

Alamat Kecamatan Se-Kabupaten Malang Klik disini

PENTING dan PERLU (kabmalang.com)
Sumber : Editor Herman

Mayor Hamid Roesdi


Berbagi Informasi Kabupaten Malang

eliau lahir pada Senin pon 1911 di Desa Sumbermanjing Kulon, Pagak, Kabupaten Malang. Pada masa kolonial Belanda, sosok Hamid Roesdi sangat aktif di biHeiho, Seinendan, Keibodan dan Djibakutai. Hamid Roesdi pun masuk dalam PETA pada 1943 yang dibentuk atas usul Gatot Mangkupraja. Dia ditugaskan di Malang dengan pangkat Sudancho (Letnan I).

bidang kepanduan dan tergabung dalam ‘Pandoe Ansor’, karena dia juga seorang guru agama sekaligus staf organisasi Nahdlatul Oelama. Beberapa tahun kemudian bekerja di Malang sebagai sopir di Penjara Besar Malang (sekarang LP Lowokwaru). Pada 8 Maret 1942 Jepang memasuki Kota
Malang dan mulai pembentukan pasukan
 
Selain berlatih militer, dia juga sibuk mempersiapkan laskar rakyat untuk menentang Jepang. Pada malam hari, 3 September 1945 diumumkan daerah Karesidenan Surabaya masuk wilayah Republik Indonesia, Hamid Roesdi mulai melucuti tentara tentara Jepang di Malang.
Tahun 1946 menjabat sebagai perwira staf Divisi VII Suropati dengan pangkat mayor dan bertempat tinggal sementara di Jalan Semeru (sekarang Kantor Bank Permata).
Dianggap berhasil menangani pelucutan senjata Jepang, kemudian beliau diangkat sebagai komandan Batalyon I Resimen Infantri 38 Jawa Barat dan menyelesaikan pertempuran dengan sukses. Sekembalinya dari Jawa Barat dinaikkan pangkatnya menjadi Komandan Pertahanan daerah Malang di Pandaan-Pasuruan.

Pada agresi militer Belanda I 1947 Hamid Roesdi dengan gigih memimpin pasukan mempertahankan Kota Malang dari tentara Belanda. Sebelum Belanda memasuki Pandaan, Hamid Roesdi berkeliling kota menaiki jeep untuk memerintahkan seluruh rakyat membumihanguskan bangunan-bangunan penting dalam kota. Ketika Kota Malang tidak dapat dipertahankan lagi, beliau membuat pertahanan di Bululawang dan menyusun strategi merebut Malang kembali.
Dalam susunan staf TKR Divisi VII Hamid Roesdi dipercaya sebagai staf VI. Pada 1948 reorganisasi dan rasionalisasi (Rera) ketentaraan menjadi TNI, semua laskar-laskar perjuangan dimasukkan dalam TNI. Sesudah Rera pasukan-pasukan yang ada dihimpun menjadi Brigade IV. Batalyon Mayor Hamid Roesdi ditempatkan di Turen dengan rencana daerah operasi Malang tengah dan Malang timur. Hamid Roesdi diangkat sebagai komandan Resimen 38 (sekarang Yonif 512) pada 28 Mei 1948. Menjelang agresi militer Belanda II 1948, Hamid Roesdi membawahi Batalyon I (Malang) di bawah Mayor Sumarto, Batalyon II (Batu) di bawah Mayor Abdul Manan, Batalyon III (Pasuruan) di bawah Mayor Syamsul Islam dan Batalyon IV (Malang) di bawah M. Muchlas Rowi.
Setelah agresi militer Belanda II, maka pada akhir Desember 1948 Batalyon I Brigade IV TNI di bawah Mayor Hamid Roesdi menempati sekitar Malang Selatan. Sebelumnya Mayor Hamid Roesdi adalah Komandan Batalyon 30 menjadi Batalyon I di antara empat batalyon. Kemudian TNI menerapkan perang gerilya dengan menerapkan sistem wehrkreise. Sebagai komandan Mobil Brigade (MB) I Mayor Hamid Roesdi membawahi daerah operasi meliputi sebelah utara garis status quo sampai Pasuruan dengan memimpin distrik I Kapten Wachman, Distrik II Mayor Abdul Manan dan Distrik III Mayor Syamsul Islam. Setelah ditunjuk menjadi Komandan MG (Mobil Gerilya) I, Mayor Hamid Roesdi mendapat tambahan tugas daerah operasi SWK II (Malang barat di bawah Abdul Manan) dan SWK III (Malang Selatan di bawah Muchlas Rowi). Muncullah rencana untuk mengadakan serangan umum ke kota Malang.
Sebenarnya Mayor Hamid ROesdi berencana untuk pindah ke tempat MG I yang baru di Nongkojajar. Dalam pelaksanaanya itu, ia meyempatkan diri untuk menjenguk keluarganya yang berada di desa Sekarputih Wonokoyo. Kesempatan menengok keluarga ini dilakukan dengan melalui desa Tlogowaru pada malam hari. Rupanya pihak lawan mendapat informasi bahwa Mayor Hamid Roesdi itu bergerak ke daerah Malang Timur. Karena itu mereka mengadakan penyergapan. Tengah malam, pada 8 Maret 1949 kondisi perang sangat genting. Hamid Roesdi datang dan berpamitan pada istrinya, Siti Fatimah. Hamid Roesdi dengan 4 orang lainnya ditangkap tentara Belanda. Setibanya di tepi sungai dekat desa Wonokoyo mereka ditembak mati. Itulah pertemuan terakhir dengan istrinya dan tidak pernah kembali lagi selama-lamanya. Tanggal 8 Maret 1949 siang hari, kelima pahlawan tersebut dimakamkan di Desa Wonokoyo. [ant]

Sumber:
Biografi pahlawan Hamid Roesdi, Bintaldam V Brawijaya 1989
Rakyat Jawa Timur Mempertahankan Kemerdekaan II
TKR Divisi VII Untung Suropati Malang-Besuki 1945-1948

Pesan Tersirat :
Sumber : http://ngalam.web id
Check

Anda dapat mengirimkan foto/ Artikel tentang daerah anda kirmkan melalui email ke malangkab@mail.com

SMK Putra Bangsa Pagak


Berbagi Informasi Kabupaten Malang
SMK Putra Bangsa di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, merupakan salah satu sekolah kejuruan yang ikut serta meningkatkan pendidikan di Kabupaten Malang dalam hal pemenuhan tenaga terdidik di lingkungan wilayah Malang Selatan khususnya daerah Pagak

Jurusan yang tersedia di SMK Putra Bangsa ini adalah Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Otomotif Sepeda Motor dan Akuntansi.

Dalam rangka kepedulian terhadap dunia pendidikan SMK ini pun juga memberikan beasiswa pada murid-murid baru yang memiliki prestasi, untuk mendapatkannya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain
  1. Rangking 1- 5 besar di kelas sekolah asal mendapat beasiswa bebas SPP selama 6 bulan (Dibuktikan dengan Photo Copy Raport).
  2. Rangking 6 -10 besar dikelas sekolah asal mendapat beasiswa bebas SPP selama 3 bulan (Dibuktikan dengan Photo Copy Raport).
  3. SMK Putra Bangsa Pagak memberikan Beasiswa (BKSM) kepada Peserta Didik yang berprestasi dan kurang mampu.
  4. Siswa Yatim Piatu mendapat Beasiswa Pendidikan.
  5. Bagi Siswa Fakir Miskin mendapat Beasiswa Pendidikan
Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi :
SMK PUTRA BANGSA PAGAK
NPSN : 20574665
Jl. Sidodadi Gampingan Pagak
Tlp. 085 64 9696 979/0857 82 72 22 27/081 25 2424 355








Pesan Tersirat :

Check

Anda dapat mengirimkan foto/ Artikel tentang daerah anda kirmkan melalui email ke malangkab@mail.com

Kekeringan di Tujuh Kecamatan


Berbagi Informasi Kabupaten Malang


Direktur Teknik PDAM Kabupaten Malang, Sulasmani mengungkapkan, , di Kecamatan Pagak terdapat 5 titik rawan kekeringan, Kecamatan Gedangan sebanyak 6 titik, Kecamatan Kalipare dan Singosari sebanyak 2 titik, Poncokusumo satu titik yakni di Desa Ngadas, Sumbermanjing Wetan sebanyak 5 titik dan Kecamatan Tajinan 1 titik di Desa Randugading.
Ia mengaku, pihaknya telah menyuplai pasokan air bersih terhadap 7 wilayah itu, sebagai langkah cepat mengatasi masalah air bersih di musim kemarau ini, sekaligus menyalurkan bantuan dari pemerintah propinsi Jatim dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jatim.
"Kita salurkan bantuan ke 22 tempat itu," aku dia.
Ia menambahkan, kecamatan masuk dalam wilayah kekeringan itu terbagi menjadi tiga kategori, yakni kekeringan langka terbatas, kekeringan langka dan kekeringan kritis.
Untuk kategori kekeringan langka terbatas adalah ketersediaan air di suatu wilayah hanya 30 hingga 60 liter per harinya, biasanya air itu digunakan untuk kebutuhan minum, masak, cuci alat masak, mandi dengan jarak wilayah menuju sumber mata air kurang dari 1 Km.
Sementara kategori kekeringan kritis ketersediaan air kurang dari 10 liter per hari, yang hanya cukup untuk minum dan masak dengan jarak tempuh menuju sumber mata air di atas 3 Km dari pemukiman penduduk.
"Dari 22 titik yang rawan kekeringan, sebanyak 18 titik tergolong kategori kekeringan kritis, seperti di Kecamatan Pagak, Gedangan, Kalipare dan Sumbermanjing Wetan," beber dia.

Pesan Tersirat :


Anda dapat mengirimkan foto/ Artikel tentang daerah anda kirmkan melalui email ke malangkab@mail.com

Top
Submit Express Local SEO