BREAKING NEWS
Loading...

Berita

Kabupaten

Malang Raya

Info

Nasional

Artikel

Internasional

Motivasi

Berbagi Informasi Kabupaten Malang


Kemarau panjang di Kabupaten Malang berimbas pada kurangnya daun untuk pakan ternak kambing dan sapi. Nyaris tak adanya rumput yang tumbuh, daun tebu dan daun jagung kering hingga segar, menjadi komoditas yang langka di 33 kecamatan di Malang.
Menurut pedagang daun pakan ternak di Desa Gondanglegi, Kecamatan Gondanglegi, Hanafi, Rabu (5/10/2011) harga daun pakan ternak cukup mahal saat ini. “Daun tebu kami jual Rp 6.000 per ikatnya. Menurut Hanafi, tak hanya daun tebu, daun kering jagung juga ikut naik. Per ikat daun jagung yang sudah kering, dijual Rp 4.000 per ikatnya dari harga sebelumnya Rp 3.000. Sedang untuk daun jagung segar, harganya di atas Rp 5.000. Harga itu lebih tinggi dibanding beberapa waktu lalu yang berkisar Rp 3.000 per ikatnya untuk daun jagung segar.
Ditambah musim kemarau panjang membuat rumput liar yang menjadi pakan ternak tidak tumbuh saat ini. Sehingga daun pakan ternak menjadi komoditas utama,” paparnya.
Ditambahkan Hanafi, setiap harinya, 100 ikat daun tebu dan jagung berhasil ia jual. Jika dibanding dua bulan lalu yang hanya sanggup menjual 50-70 ikat daun ternak per hari, diikuti pula dengan mulai langkanya daun tebu dan jagung. “Permintaan daun pakan ternak meningkat. Harga beli dan jualnya juga tinggi. Inilah yang membuat daun pakan ternak mulai kekurangan,” pungkas Hanafi.
Mayoritas penduduk Kabupaten Malang di pelosok dusun masih memelihara banyak hewan ternak seperti sapi dan kambing.



Pesan Tersirat :

Check

Anda dapat mengirimkan foto/ Artikel tentang daerah anda kirmkan melalui email ke malangkab@mail.com

Saatnya Berbagi :
Share on WhatsApp
«
Berikutnya
Posting Lebih Baru
»
Sebelumnya
Posting Lama

Komentar Facebook :

Komentar dengan Akun Google :

Tidak ada komentar:

Terimakasih komentar yang diberikan


Top
Submit Express Local SEO