BREAKING NEWS
Loading...

Berita

Kabupaten

Malang Raya

Info

Nasional

Artikel

Internasional

Motivasi

Panen Padi Hayati Pangan Sehat




mALANg rAYa
Bertempat di tengah sawah di desa Balearjo kecamatan Pagelaran, di hari Rabu 8 April 2026 dilaksanakan Panen padi hayati.

Hadir Wakil bupati Malang Latifah, Kasdim diwakili danramil,  kapolsek diwakili Kapolsek juga camat dan kades serta HKTI, dr Subagyo dan Agus . Panen raya padi hayati pertama ini.

Jenis padi masih baru belum memiliki varietas, sejak awal persemaian hingga panen tidak menggunakan pupuk kimia.




Pola tanam model Ilir 1 butir sehingga dengan jenis ini dapat menghemat 6 kg bibit dari yang biasanya 1 lahan kebutuhan 8 kg hanya diperlukan 2 kg bibit.

Secara umum per malai menghasilkan100 bulir, tetapi dengan bibit ini berkisar 450 bulir

Umumnya per hektar hasilnya 2,3 ton/ Ha  sementara dari verietas baru ini diharapkan hasilnya 6 ton, 8 ton 10 ton

Agus selalu pengembang mengajak masyarakat beserta kodim, polres dan pemerintah kabupaten dapat bekerjasama untuk bisa mandiri dibidang pangan.

dr Subagyo menyampaikan harapannya varietas ini dapat berkembang di Nusantara
Pupuk utama adalah kohe 

HKTI menyampai hasil perjuangan dan petani sebagai garda terdepan dalam ketahan pangan


Wabup Latifah menyampaikan adanya kerjasama dengan pihak Bapenas dalam penanganan ketahanan pangan dengan pendampingan, padi Sukma merupakan padi asli Kabupaten Malang

PENTING dan PERLU (kabmalang.com)
>>
Klik 👇
Investasi Crypto

,
Sumber :

Bupati Malang Resmikan Screen House Modern Komoditas Sayur



mALANg rAYa
Poncokusumo – Untuk meningkatkan ketahanan pangan dan menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bupati Malang H.M Sanusi meresmikan pembangunan Sreen House Modern komoditas sayuran dengan sayuran andalannya kentang di Dusun Jalak Ijo Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo, Rabu (15/1/2025).

“Ada inovasi di negeri atas awan (Desa Ngadas) yang memiliki Sreen House yang diciptakan oleh petani milenial dari Dusun Jalak Ijo,” kata Bupati Malang usai meresmikan pembangunan Screen House Modern untuk sayuran kentang.

Bupati Malang berharap nantinya di wilayah Poncokusumo dikembangkan sisi wisatanya dimana sangat strategis karena merupakan jalur persinggahan menuju Gunung Bromo.

“Tentunya yang lain di wilayah Poncokusumo banyak dikembangkan sisi wisatanya karena di wilayah Poncokusumo potensi wisatanya cukup banyak dan memiliki prospek pemasaran wisata,” ungkap Abah Sanusi.

Bupati Sanusi sangat mengapresiasi dengan petani milenial di Dusun Jalak Ijo ini, dan meminta Kepala Desa Ngadas untuk terus mengembangkan inovasi inovasi yang ada di wilayahnya.

“Saya sangat mengapresiasi keberadaan petani milenial Dusun Jalak Ijo ini yang memiliki inovasi dalam pengembangan komoditas kentang, untuk Kades Ngadas untuk terus dikembangkan inovasi inovasi sayuran kentang,” terang pria yang terpilih Kembali menjadi BUpati Malang periode 2024 – 2029.

Sementara itu Ketua Kelompok tani (Poktan) Bromo, Joko Utomo mengungkapkan, selama belum adanya Screen House ini, para Poktan menggunakan bibit atau benih kentang dari lokal yang dipakai secara turun temurun.

“Hari ini Alhamdulillah dengan adanya Screen House ini sangat mendukung petani kami, bangunan besertanya isinya ini dikasih Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang dengan kapasitas yang modern dengan benih mulai G 0 sangat mendukung para petani,” terang Joko.

Untuk perbandingan, saat petani menggunakan benih lokal hasil per hejtarnya 7 sampai 8 ton, namun saat menggunakan benih yang baru dengan istilah G 2 hasil panen bisa mencapai 15 sampai 20 ton per hektar.

“Dari benih lokal kita menghasilkan kentang sebanyak 7 sampai 8 ton per hektar, berbeda dengan benih yang baru jenis G 2 ini kitab isa menghasilkan 15 sampai 20 ton per hektar,” tandas Joko.

Pembangunan Screen House di Dusun Jalak Ijo ini baru yang baru pertama di Kabupaten Malang untuk jenis tanaman kentang sudah lama pihak Poktan Bromo mengajukan ke DTPHP dan baru tahun 2024 baru bisa terealisasi dengan anggaran secara keseluruhan kurang lebih Rp 500 juta.
PENTING dan PERLU (kabmalang.com)
>>
Klik 👇
Investasi Crypto

,
Sumber : https://seblang.com/2025/01/16/sambang-desa-poncokusumo-bupati-malang-resmikan-screen-house-modern-komoditas-sayur/

Layanan Pengecekan DPT Pilkada Serentak


mALANg rAYa

Informasi terkait pengecekan apakah masyarakat pemilih sudah terdaftar pada DPS, KPU menyampaikan informasi untuk mesyarakat sebagai berikut

Yth. Bapak/Ibu
Warga Pemilih Terhormat,

Berikut layanan pemilih sebagai bentuk kewajiban kami melayani pemilih dalam pemilihan serentak 2018.

Waktu kini jajaran kami sedang melakukan perbaikan DPS (Daftar Pemilih Sementara) yang salah satunya membuka layanan WhatsApp untuk pemilih belum terdaftar selama 5 hari (01-05 April 2018). Mohon berkenan melakukan pengecekan data diri dengan cara sbb :

1. Masuk ke laman KPU dengan klik link tsb;
https://infopemilu.kpu.go.id/pilkada2018/pemilih/dps/1/nasional

2. Ketik angka NIK ke kolom cari NIK dan klik kolom cari;
https://infopemilu.kpu.go.id/pilkada2018/pemilih/dps/1/nasional

3. Apabila tidak muncul data diri (belum terdaftar, dapat menyampaikan ke nomor WA: 0823-1076-7117.

 Setelah paling lama 3x24 Jam, kami akan menyampaikan hasil kerja kami.

Berkenan informasi ini untuk diteruskan ke orang per orang atau grup WhatsApp lainnya sebagai bentuk kita membangun bersama demokrasi elektoral dalam pemilihan serentak 2018 yang semakin baik. Mohon maaf sebelumnya bila dalam pelayanan pemilih terdapat hal-hal kirang berkenan dari kami. Salam.

Humas KPU



PENTING dan PERLU (kabmalang.com)
Sumber :

Daftar Peralatan Hidroponik yang Harus di Ketahui


mALANg rAYa

Peralatan Hidroponik

Banyak sekali jenis peralatan hidroponik yang perlu disiapkan sebelum penanaman, diantara beberapa peralatannya adalah sebagai berikut dibawah ini

Pipa Air PVC

Pipa air merupakan sebuah pipa/tabung yang pada umumnya dibuat menggunakan polivinil klorida atau PVC, saluran besi, polietilena, atau pun tembaga yang membawa air bersih yang kemudian dikasih tekanan udara dan dibersihkan ke bangunan-bangunan sebagai bagian dari sistem air perkotaan, dan juga dalam bangunan.

pH Meter

Selanjutnya adalah pH Meter, yang merupakan sebuah alat elektroik yang fungsinya adalah untuk mengukur pH atau derajat keasaman atau kebasaan. Suatu cairan yang ada elektrodanya yang khusus, fungsinya untuk mengukur pH bahan-bahan semi-padat. Sebuah pH meter terdiri dari sebuah elektroda atau probe pengukur yang terhubung ke sebuah alat elektronik yang mengukur atau menampilkan nilai pH.
Dari yang penulis baca, alat ini sangat berfungsi untuk untuk industri air minum, laboratorium, akuarium, industri pakaian khususnya batik dan juga pewarna pakaian. Pengukuran pH ini ditentukan dengan menggunakan angka satu sampai dengan 14, dimana angka 7 itu menunjukkan pH netral. Sedangkan pada angka dibawah 7 sampai angka 1 itu menunjukkan kondisi asam dan juga angka diatas 7 sampai 14 adalah basa.
Pengukuran pH media tanam ini atau larutan nutrisi ini juga adalah kegiatan yang harus kita lakukan (apabila ingin menggunakan pH meter ini) dalam hal bercocok tanam hidroponik atau pun konvensional. karena nilai pH larutan ini menentukan larut tidaknya unsur mineral, penyerapan akar tanaman dan sampai pada akhirnya bisa menentukan pertumbuhan serta perkembangan tanaman.
Apabila larutan pH suatu larutan nutrisi terlalur endah atau asam atau pun terlalu tinggi atau basa, maka tanaman akan tumbuh tidak normal atau pun bisa dibilang kerdil. pH larutan nutrisi yang bisa ditolelir oleh tanaman adalah netral yakni antara 5,5 – 7,0 dimana pada angka pH tersebut unsur-unsur mineral yang ada pada air bisa larut dan juga diserap dengan baik oleh akar tanaman.

Rockwool

Yang selanjutnya adalah Rockwool. Alat yang satu ini adalah salah satu media tanam yang mungkin sudah tidak asing lagi dupakai oleh para petani hidroponik. Media tanam yang satu ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan media yang lainnya khususnya dalam hal perbandingan komposisi air dan juga udara yang bisa disimpan oleh media tanam ini.
Rockwool dibuat perdana di tahun 1840 oleh seorang pria di Wales yakni Edward Parry, tapi karena massa jenis ini ringan serta kondisi penyimpanannya yang tak baik membuat rockwool ini terbang ketika mendapat sedikit tiupan angin saja. Dan mungkin hal tersebut dapat menghawatirkan serta dapat membahayakan lingkungan kerja, otomatis produksi dihentikan.

TDS Meter

Peralatan hidroponik yang selanjutnya adalah bernama TDS Meter. Alat ini merupakan singkatan dari Total Disolved Solids atau kalau kita artikan ke bahasa Indonesia, maka hasilnya adalah jumlah padatan terlarut. Nah sehingga TDS ini apabila kita rincikan pengertiannya adalah alat untuk mengukur jumlah padatan atau partikel terlarut yang ada dala air.
Alat ini dapat kita pakai guna mengukur jumlah partikel yang terlarut dalam air minum dan juga dipakai untuk mengukur kepekatan larutan nutrisi hidroponik atau dengan kata lain konsentrasi larutan nutrisi.
Pengukuran nutrisi hidroponik ini merupakan suatu hal yang mutlak serta sifatnya pun sangat penting, karena apabila larutan tidak diukur, bisa jadi tanaman kekurangan nutrisi atau kelebian yang nantinya bisa menjadi racun yang bisa membunuh tanaman tersebut. Nah perlu para pembaca tau bahwa satuan dari TDS meter ini adalah ppm. PPM sendiri kepanjangannya adalah Part Per Million atau seperjuta bagian.
PPM ini adalah satuan pengukuran jumlah partikel terlarut yang terukur memakai TDS meter, mengukur kepekatan nutrisi ini menjadi amat penting untuk bagian berhidroponik, karena apa? Karena dengan begitu para pembaca sekalian dapat tau dengan pasti seberapa butuh nutrusu yang dibutuhkan oleh tanaman.

Cocopeat

Peralatan hidroponik Selanjutnya adalah cocopeat. Cocopeat ini merupakan serat kelapa atau serat alami yang diekstrak dari kulit kelapa serta digunakan dalam produk seperti tikar, keset, sikat, dan juga kasur. Sabut ini adalah bahan yang berserat dan ditemukan antara hard, shell internal serta lapisan luar kelapa. Kegunaan lain dari alat ini adalah dapat ditempatkan di jok padding, pemecatan dan hortikultura.

Pot Hidroponik

Selanjutnya adalah Pot Hidroponik. Disini kita bakal ngebahas tentang bagaimana caranya membuat pot hidroponik tersebut. nah berikut ini adalah cara membuat pot hidroponik.
  1. Potong botol bekas air mineral menjadi dua bagian dengan memakai gunting atau pun cutter.
  2. SIlakan kalau punya paku dipanaskan, kemudian bikin beberapa lubang berdiameter satu cm pada bagian potongan botol bagian atas dan juga bawah untuk aerasi. Tapi apabila pemberian nutrisi memakai sistem sumbu, biarkan tutup botol tetap berada di tempatnya, lalu bikin lubang yang tepat di tengah-tengah tutup botol tersebut guna nanti memasukkan sumbu flanel.
  3. Apabila pemberian nutrisi memakai sistem apung, buka tutup botol agar akar menembus media tanam kemudian berkembang di permukaan larutan nutrisi.
  4. Kemudian masukkan potongan botol bagian atas menuju potongan bagian bawah yang telah diisi larutan nutrisi.
  5. Nah selanjutnya masukkan media tanam ke dalam potongan botol bagian atas.
Lalu apa sih guna dari pot hidroponik ini? Gunannya adalah mungkin untuk menaruh tanaman yang akan dikembangkan menggunakan sistem hidroponik.

Penutup

Nah bagaimana menurut kamu? Sudah tertarik dengan hobi menanam menggunakan sistem hidroponik yang satu ini? Dari pandangan penulis, sistem semacam ini lebih mengirit biaya dan juga lebih irit tenaga, sehingga kita tidak perlu mengeluarkan biaya banyak dan tenaga yang ekstra.
Nah mungkin bagi teman-teman semua yang ingin belajar lebih lanjut mengenai sistem penanaman menggunakan sistem hidroponik ini, mungkin bisa mencari seorang guru atau belajar secara otodidak, yang Insya Allah nanti anda bisa merintis sebuah bisnis tentang pengolahan atau budidaya tanaman memakai sistem hidroponik yang satu ini.
Nah, baiklah, sekian artikel ini saya sampaikan, semoga artikel peralatan hidroponik ini dapat bermanfaat untuk anda para pecinta tanaman atau yang mungkin ingin terjun ke hobi tanam menanam. Sekian, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

PENTING dan PERLU (kabmalang.com)
Sumber : https://hidroponik.pro/peralatan-hidroponik/

Hidroponik Sederhana Untuk Pemula


mALANg rAYa


Teknik Hidroponik – Bagi yang sedang belajar atau sudah menggeluti bidang penanaman tanaman dengan cara hidroponik, maka artikel ini sangat cocok .
Budidaya hidroponik seperti susah ditahui bersama, merupakan metode menanam tanaman tanpa menggunakan media tanah sebagai media tanamnya.
Akan tetapi, menggunakan media air dengan memaksimalkan penggunaan larutan nutrisi yang diperlukan tanaman dengan takaran yang sesuai.

Kelebihan Sistem Budidaya Hidroponik

  1. Mengatasi permasalahan tidak tersedianya tanah untuk media tanam
  2. Meminimalisasi masalah penyakit pada tanaman yang umum terjadi pada tanaman yang ditanam di tanah
  3. Kemungkinan suplai dan penanaman tanaman yang berkelanjutan.
  4. Mendapatkan hasil yang lebih banyak dengan luas area penanaman yang sama
  5. Kualitas hasil yang lebih bagus daripada media tanah
  6. Lebih sedikitnya penggunaan air dan pupuk sebab terencana dan terukur.
Itulah 6 kelebihan budidaya tanaman dengan metode hidroponik. Tentu semua metode ada kelebihan dan ada kekurangannya.
Termasuk hidroponik yang juga memiliki kekurangan sebagai berikut:

Kekurangan Sistem Budidaya Hidroponik

  1. Modal awal yang lumayan besar, yakni penyediaan alat dan perlengkapan, media serta nutrisi.
  2. Perlu perawatan dan perhatian yang lebih ekstra
  3. Perlu wawasan pengetahuan yang lumayan cukup tentang tanaman berikut kebutuhannya
  4. Penyebaran infeksi penyakit sangat mudah terjadi.
Cukup itu saja kekurangan yang ada pada budidaya hidroponik. Semoga bisa menjadikanmu tertarik untuk semakin belajar mengenai metode hidroponik selanjutnya.
Selanjutnya akan dibahas tentang teknik hidroponik untuk bercocok tanam tanpa tanah yang bisa kamu lakukan sendiri.

Teknik Hidroponik Berdasarkan Aliran Nutrisi

Secara umum, budidaya dengan menggunakan teknik hidroponik digolongkan menjadi dua jenis jika berdasarkan pada aliran nutrisi yang digunakan yakni: sistem bersirkulasi dan sistem non-sirkulasi.

1. Sistem bersirkulasi

Sistem bersirkulasi disebut juga sistem putar dimana air nutrisi yang dipakai sebagai pemenuh kebutuhan tanaman akan jatuh kembali dan mengalir lewat akar menuju sebuah penampungan.
Selanjutnya air nutrisi dalam penampungan tersebut akan digunakan kembali pada tanaman dengan bantuan pompa atau sejenisnya untuk mengalirkannya.
Sistem ini memiliki kekurangan yakni dapat menyebabkan perubahan tingkat pH pada air yang tentu saja tak baik untuk tanaman. Hal ini nantinya perlu dilakuakan pengecekan secara teratur oleh pembudidaya.

2. Sistem non-sirkulasi

Sistem ini disebut juga sistem sekali pakai yang mana air nutrisi yang digunakan sebagai pemenuh kebutuhan tanaman jika terdapat kelebihannya maka tak didaur ulang namun akan langsung dibuang.
Terdengar boros memang, namun sebenarnya jika mampu mengatur waktu yang pas untuk pemberian nutrisi maka tentu saja air nutrisi dapat terserap secara maksimal, dan kelebihan air pun menjadi sedikit.
Nah, itulah 2 jenis teknik bertanam secara hidroponik yang perlu anda ketahui terlebih dahulu. Selanjutnya kita akan lebih detil membedakan teknik-teknik budidaya hidroponik dengan harapan nantinya anda bisa memilih teknik mana yang mudah dan efektif untuk diaplikasikan.

Teknik-teknik Budidaya Hidroponik

Selanjutnya akan dibahas mengenai teknik budidaya hidroponik dengan harapan kamu bisa memilih teknik mana yang sesuai, mudah, dan efektif diaplikasikan.
Paling tidak, ada 6 teknik yang dikenal dalam sistem hidroponik, yakni:

1. Water culture system

Jika diterjemahkan secara bebas dalam bahasa Indonesia, maka water culture system ini dapat diartikan sebagai metode menanam hidroponik sistem rakit apung.
Teknik ini cukup sederhanan dalam aplikasinya dan konsepnya ialah membiarkan akar tanaman mengapung di air nutrisi sehingga tanaman akan mendapat asupan gizi selama 24 jam sehari semalam non-stop.
Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat sistem rakit apung ialah sebagai berikut:
  • Penampungan atau baik untuk air nutrisi
  • Media tanam, bisa berupa rockwool
  • Netpot
  • Styrofoam
  • Benih tanaman
  • Larutan nutrisi hidroponik

2. Drip system

Disebut juga sistem tetes yang merupakan teknik hidroponik yang sangat umum dipakai sebab cara kerjanya yang lumayan sederhana.
Teknik hidroponik ini menggunakan timer sebagai pengatur penetesan air nutrisi kepada tanaman.

3. Aeroponic system

Teknik hidroponik ini menggunakan udara sebagai media tanamnya. Konsepnya ialah dengan membiarkan akar tanaman menggantung.
Selanjutnya, akar tanaman tersebut disemburkan air nutrisi yang diperlukannya dengan menggunakan irigasi sprinkler.
Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat sistem hidroponik ini ialah:
  • Bibit Tanaman
  • Styrofoam
  • Media tanam bisa berupa rockwool
  • Sprinkler
  • Pompa air
  • Pipa Paralon dan Etilen
  • Larutan nutrisi hidroponik

4. Wick system

Cara bertanam hidroponik dengan wick system atau sistem sumbu jika dibandingkan dengan teknik lain maka tergolong yang paling sederhana.
Teknik ini juga yang paling umum digunakan terutama oleh para hobiis yang menanam hidroponik secara sederhana di rumah.
Konsep dalam sistem sumbu ini ialah dengan memberikan nutrisi tanaman di media tumbuhnya melalui sumbu yang dipakai sebagai reservoir.
Jadi, akar pada tanaman tak langsung tercelup ke dalam air. Tetapi mereka tumbuh dalam bahan penahan air seperti misalnya sabut kelapa atau rockwool.
Sistem ini bisa memakai berbagai media tanam, contohnya serat/serbuk kulit kelapa, kerikil pasir, sekam bakar, atau rockwool sebagai bahan penahan/penyimpan airnya
Sedangkan untuk sumbunya, bisa digunakan kapas, kain bekas, atau sumbu kompor.
Cara bertanam hidroponik sistem sumbu disebut sebagai metode yang paling sederhana dan mudah sebab tak memerlukan adanya listrik dalam prakteknya.
Larutan air nutrisi akan sampai pada akar tanaman hanya dengan memanfaatkan sifat kapilaritas air.
Ujung sumbu diletakkan dalam reservoir berisi larutan, sedangkan ujung lain diletakkan pada media tanam menuju akar tanaman.
Selain akan membasahi akar, media tanam yang dilalui oleh sumbu juga ikut lembab oleh larutan nutrisinya nantinya.
Selain simpel, kelebihan sistem sumbu ini juga terdapat pada keleluasaan akar tanaman untuk bernafas menyedot udara bersamaan dengan air nutrisi.
Seperti yang kita tahu, asupan udara yang cukup juga diperlukan untuk pertumbuhan tanaman selain air nutrisi.
Kelebihan lainnya ialah saat larutan nutrisi pada reservoir/penampungan sudah habis, maka bisa diisi ulang lagi tanpa menggunakan pompa dengan mudah, tak seperti teknik hidroponik yang lain.

5. Ebb and flow system

Disebut juga sistem pasang surut yakni dimana nutrisi atau pupuk diberikan dengan cara merendam atau menggenangi media tanam/zona akar selama kurun waktu tertentu. Setelahnya, nutrisi tadi akan kembali dialirkan ke penampungan.
Prinsip kerja sistem ini ialah memompa nutrisi ke penampungan yang berisi pot yang sudah diisi media tanam yang diletakkan di atasnya.
Sebuah pompa dihubungkan dengan timer yang mana dapat kemudian mengatur lama serta periode penggenangan. Di dasar bak dipasang siphon yang berguna untuk mengalirkan nutrisi ke penampungan secara otomatis.

6. NFT system

Dalam prakteknya sistem NFT ini ialah dengan menempatkan tanaman pada styrofoam dengan akar dibiarkan menjuntai. Styrofoam kemudian diletakkan pada talang yang miring 5% atau turun 5 cm/m saat dipasang.
Dalam talang tersebut kemudian dialirkan air nutrisi setingga 3-4 mm baik secara berseling (batas maksimal tak dialiri air biasanya 10 menit) atau secara terus menerus.
Air nutrisi yang sudah dialirkan ke dalam talang tersebut lalu dikembalikan lage ke dalam penampungan.
Kelebihan dari teknik NFT ini ialah tanaman dapat tumbuh dengan lebih cepat, kualitas hasilnya terjaga, dan dapat dihasilkan produk off season sehingga dapat dipanen saat dibutuhkan.
Sementara itu, kekurangannya ialah nutrisi yang digunakan untuk kebutuhan tanaman dapat menyebabkan pompa perendaman rusak. Jika terjadi kegagalan pemompaan atau gagal listrik, maka dipastikan tanaman tidak mendapatkan nutrisi untuk dapat bertahan hidup.
Demikian informasi tentang teknik hidroponik sederhana yang bisa kamu jadikan referensi untuk menambah wawasanmu seputar budidaya tanaman tanpa tanah ini.
Jika kamu memerlukan informasin yang lebih detail bisa bertanya langsung di kolom komentar di bawah postingan ini.
Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat. Salam


PENTING dan PERLU (kabmalang.com)
Sumber : https://hidroponik.pro/teknik-hidroponik/

Potensi Coklat (Kakao) di Donomlyo Kab. Malang


Berbagi Informasi Kabupaten Malang


Donomulyo (28/10)- Kakao atau coklat sebagai tanaman perkebunan telah lama dibudidayakan di Kabupaten Malang. Kecamatan Donomulyo yang dahulu menjadi salah satu sentra coklat saat ini tengah diupayakan untuk menjadi basis coklat di Kabupaten Malang. Pemerintah, melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan, telah melakukan langkah nyata dengan menyebarkan bibit-bibit coklat kepada masyarakat yang ingin menanam coklat. Acara yang berlangsung di Gedung Trisula ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat Donomulyo, seperti tokoh agama, gapoktan, karang taruna, guru sampai ibu-ibu PKK.
   Di Kabupaten Malang,saat ini ada sekitar 1.515 hektare lahan yang berpotensi untuk ditanami coklat, salah satun sentra berada di Kecamatan Donomulyo. Wilayah lainnya adalah Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, serta Ampelgading. Salah seorang warga Donomulyo bahkan sempat menyuarakan agar tanaman coklat bisa ditanam lagi. “Saya berharap wilayah kami untuk diperhatikan karena berpotensi untuk ditanami coklat,” ujar Misdun yang asal Desa Purworejo.


Pesan Tersirat :

Check

Anda dapat mengirimkan foto/ Artikel tentang daerah anda kirmkan melalui email ke malangkab@mail.com

Kebun Teh Lawang


Berbagi Informasi Kabupaten Malang

Lokasi Argo Wisata Kebun Teh Wonosari terletak 6 km dari Lawang atau + 30 km arah utara kota Malang, tepatnya di kaki Gunung Arjuno. Tempat ini berada pada ketinggian 950 - 1250 m dengan temperatur 19 - 26 derajat Celcius. Tampak dari kejauhan hamparan pepohonan dengan daun-daunnya yang hijau, kicau burung menambah semaraknya perbincangan dengan gelak tawa pemetik daun teh. Sekilas tentang Agro Wisata Kebun Teh Wonosari yang terletak di desa Toyomarto Kecamatan Singosari dan Desa Wonorejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Objek Wisata ini menawarkan suasana pegunungan yang sejuk dan panorama keindahan alam salah satu atraksi wisata untuk menambah wawasan pengetahuan, yakni pemetikan daun teh sampai proses akhir hingga produk berada di tangan konsumen.


Pesan Tersirat :


Anda dapat mengirimkan foto/ Artikel tentang daerah anda kirmkan melalui email ke malangkab@mail.com

Top
Submit Express Local SEO