Bertempat di tengah sawah di desa Balearjo kecamatan Pagelaran, di hari Rabu 8 April 2026 dilaksanakan Panen padi hayati.
Hadir Wakil bupati Malang Latifah, Kasdim diwakili danramil, kapolsek diwakili Kapolsek juga camat dan kades serta HKTI, dr Subagyo dan Agus . Panen raya padi hayati pertama ini.
Jenis padi masih baru belum memiliki varietas, sejak awal persemaian hingga panen tidak menggunakan pupuk kimia.
Pola tanam model Ilir 1 butir sehingga dengan jenis ini dapat menghemat 6 kg bibit dari yang biasanya 1 lahan kebutuhan 8 kg hanya diperlukan 2 kg bibit.
Secara umum per malai menghasilkan100 bulir, tetapi dengan bibit ini berkisar 450 bulir
Umumnya per hektar hasilnya 2,3 ton/ Ha sementara dari verietas baru ini diharapkan hasilnya 6 ton, 8 ton 10 ton
Agus selalu pengembang mengajak masyarakat beserta kodim, polres dan pemerintah kabupaten dapat bekerjasama untuk bisa mandiri dibidang pangan.
dr Subagyo menyampaikan harapannya varietas ini dapat berkembang di Nusantara
Pupuk utama adalah kohe
HKTI menyampai hasil perjuangan dan petani sebagai garda terdepan dalam ketahan pangan
Wabup Latifah menyampaikan adanya kerjasama dengan pihak Bapenas dalam penanganan ketahanan pangan dengan pendampingan, padi Sukma merupakan padi asli Kabupaten Malang
>>





Tidak ada komentar: